Gokil, ‘Jack Ma’ Borong Saham Bank Neo (BBYB) 1,7 Juta Lembar

Emiten bank digital, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) meraih dana Rp 2,5 triliun melalui penambahan modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED) atau rights issue.

Emiten perbankan PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau Bank Neo melaporkan perubahan kepemilikan saham di atas 5% per tanggal 6 April 2023. Bank Neo mengumumkan perusahaan fintech PT Akulaku Silvrr Indonesia yang disokong Jack Ma telah menambah kepemilikan sahamnya.

Mengutip keterbukaan informasi pada Selasa (11/4/2023), kepemilikan saham PT Akulaku Silvrr Indonesia yang sebelumnya sebanyak 3,170,520,207 saham atau setara dengan 26,34%. Kemudian telah bertambah 1,712,100 menjadi 3,172,232,307 atau setara dengan 26,35%.

Adapun status kepemilikan saham ini langsung, dari modal disetor sebanyak 12,038,815,679 saham. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), saham BYBB juga dikendalikan oleh PT Gozco Capital sebanyak 1,187,979,245 saham atau setara 9,87% dan Rockcore Financial Technology Co. Ltd. Sebanyak 736,968,376 saham atau 6,12%.

Sekadar informasi, PT Akulaku Silvrr Indonesia merupakan bagian dari Akulaku Group yang menyediakan layanan di bidang e-commerce dan keuangan digital terkemuka di Asia Tenggara yang beroperasi di empat negara besar: Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia. Akulaku juga disuntik oleh Ant Financial, perusahaan yang terafiliasi dengan pendiri Alibaba, Jack Ma.

Fintech ini menargetkan pasar negara berkembang dengan kelompok konsumen yang kurang terlayani tetapi berkredibilitas dengan pertumbuhan cepat.

Sejak 21 November 2021, PT Akulaku Silvrr Indonesia resmi menjadi pengendali emiten bank PT Bank Neo Commerce Tbk. bersama dengan PT Gozco Capital. Hal ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang kedua untuk mengesahkan PT Akulaku Silvrr Indonesia sebagai pengendali BNC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*