Pedagang HP Berdarah-darah, Cuma Merek Ini yang Cuan!

foto : CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Pasar HP masih berdarah-darah di kuartal pertama (Q1) 2023. Laporan terbaru firma riset Canalys menunjukkan pengapalan smartphone anjlok -13% secara tahun-ke-tahun (YoY).

Sepanjang Januari hingga Maret 2023, ‘hanya’ 269,8 juta unit HP yang dipasarkan. Hal ini menunjukkan minat pasar yang terus menerus lesu sejak beberapa 4 kuartal terakhir.

Pemain utama industri HP masih dikuasai 5 nama. Secara berurutan, masing-masing adalah Samsung dengan pangsa pasar 22%, Apple 21%, Xiaomi 11%, Oppo 10%, dan Vivo 8%, dikutip dari situs resmi Canalys, Jumat (28/4/2023).

Di antara 5 merek tersebut, cuma Apple yang mencatat pertumbuhan pengapalan HP sebesar 3%, dengan menjual 58 juta unit iPhone.

Sementara itu, Samsung yang masih konsisten menduduki posisi pertama ‘hanya’ menjual 60,3 juta unit smartphone atau anjlok -18%. Begitu pula dengan Xiaomi yang pertumbuhannya longsor -22%.

Xiaomi menjual 30,5 juta smartphone sepanjang 3 bulan pertama 2023. Perlu dicatat, angka itu merupakan gabungan dengan sub-brand di bawahnya, yakni Poco dan Redmi.

Di bawahnya ada Oppo yang menjual 26,6 juta unit smartphone sepanjang Q1 2023. Angka itu digabung dengan sub-brand OnePlus. Pertumbuhannya juga menurun, namun masih di bawah dobel digit -8%.

Terakhir, Vivo mengapalkan 20,9 juta unit smartphone atau anjlok -17%. Sisanya, pabrikan lain secara kolektif menjual 73,4 juta unit HP dengan penurunan -16%.

Analis Canalys, Runar Bjørhovde, menegaskan kembali tren di masa mendatang, di mana masyarakat lebih memilih membeli HP premium yang berkualitas tinggi ketimbang HP murah.

Bisa dilihat, pertumbuhan Apple membuktikan pernyataan tersebut. Pasalnya, Apple spesifik menjual iPhone dengan harga tinggi tanpa punya portofolio produk murah.

Sementara itu, Xiaomi yang paling terguncang dengan penurunan pemasaran HP hingga 22% diketahui memang menjagokan produk murah dan menengah selama ini.

Samsung sendiri memang masih mencatat penurunan bisnis HP jika dibandingkan dengan tahun lalu, namun angkanya memperlihatkan pertumbuhan jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Pertumbuhan Samsung dipicu dengan peluncuran produk baru pada Februari lalu. Namun tetap saja, Samsung perlu menavigasikan strategi menghadapi industri yang tengah lesu ke depannya. Apalagi, pabrikan tersebut masih punya banyak portofolio produk entry-level (yang trennya menurun,” kata Bjørhovde.

Lebih lanjut, ia mengatakan Apple menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama di wilayah Asia Pasifik.

“Apple mempertahankan investasi di outlet offline yang mengakomodir kebutuhan masyarakat kelas menengah untuk membeli langsung dari toko,” ia menuturkan.

Ke depan, analis memprediksi pasar HP akan pulih di pertengahan 2023. Selain itu, HP dengan harga menengah juga diramalkan akan kembali diminati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*