BTN Akuisisi Bank Muamalat, Ini Kata Pemegang Saham

BTN Akuisisi Bank Muamalat, Ini Kata Pemegang Saham

Dok: Bank Muamalat

Belakangan beredar kabar mengenai rencana PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. hendak mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Bank BUMN yang fokus pada bisnis KPR itu hendak mengambil alih saham Bank Muamalat dalam rangka pemisahan atau spin off unit usaha syariah (UUS).

Rencana aksi korporasi itu juga seiring dengan niat Badan Pengelola keuangan Haji (BPKH) untuk menurunkan porsi kepemilikan sahamnya di Bank Muamalat. BPKH juga menyebutkan bahwa bank lain yang sudah matang dimungkinkan untuk mendapatkan porsi kepemilikan di Bank Muamalat.

Berdasarkan laporan publikasi https://slots-kas138.store/ kuartal III-2023, BPKH merupakan pemilik 82,66% saham Bank Muamalat. Kemudian Andre Mirza Hartawan menggenggam 5,19%, Islamic Development Bank (IsDB) 2,04%, dan pemegang saham lainnya 10,11%.

Dengan demikian BPKH masih memiliki ruang untuk mengurangi saham di Bank Muamalat, tanpa mengubah statusnya sebagai pengendali bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

Satu pemegang saham Bank Muamalat Andre Mirza Hartawan mengatakan tengah menunggu perkembangan selanjutnya dari aksi korporasi tersebut. “Ini adalah ranahnya pemegang saham, dan rasanya kalau BTN masuk, nantinya akan dapat memperkuat bisnis Bank Muamalat,” katanya kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (7/12/2023).

Selain menunggu investor baru masuk, saat ini bank syariah pertama di Indonesia tersebut dalam proses pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian setelah proses tersebut saham Bank Muamalat dapat diperjualnbelikan melalui transaksi di pasar modal.

Andre yang juga duduk sebagai komisaris Bank Muamalat belum dapat memastikan, apakah BTN akan masuk setelah atau sebelum listing. Itu nanti tergantung kapan dealnya dengan BPKH, tapi saat ini listing masih dalam proses,” katanya.

Sebagai informasi, BPKH merupakan pengendali Bank Muamalat setelah mendapatkan hibah saham dari IsDB, Bank Boubyan, Atwill Holdings Limited, National Bank of Kuwait, IDF Investment Foundation, dan BMF Holding Limited sebanyak 7,9 miliar atau setara dengan 77,42% pada akhir 2021.

Kala itu BPKH menyuntik dana segar kepada Muamalat sebesar Rp 1 triliun. Itu Artinya BPKH hanya menggelontorkan dana Rp 1 triliun untuk memiliki aset senilai lebih dari Rp 60 triliun.

Namun perlu diingat saat transaksi tersebut dilakukan Bank Muamalat dalam beberapa tahun sebelumnya tengah diselimuti oleh masalah aset busuk. Rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross Muamalat sebesar 4,94% dan rasio NPF nett 3,97% per September 2021.

Sementara itu, Bank Muamalat membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik sebesar Rp 52,35 miliar pada kuartal III-2023. Jumlah ini naik 65,60% secara tahunan (yoy) dari periode yang sama setahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 31,61 miliar.

Torehan itu dicapai saat mesin pembiayaan belum bergerak optimal. Pendapatan setelah bagi distribusi hasil turun 10,63% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 219,51 miliar.

Terpisah, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan bahwa perusahaan yang dia pimpin mengincar dua bank untuk diakuisisi dalam rangka melakukan spin off BTN Syariah.

“Kita masih sedang proses mengakuisisi dan kita sudah mengirimkan letter of interest kepada dua objek. Nah, letter of interest ini memang sudah kami kirimkan sejak awal bulan November. Nah, memang kami meminta untuk bisa masuk due diligence terhadap target bank,” ujar Nixon pada saat Public Expose Live BEI, Rabu (29/11/2023).

Ia tidak bisa menyebutkan baik nama maupun jumlah asetnya, karena proses ini masih berjalan.

Menurut Nixon, usai spin off nanti, BTN Syariah dapat menjadi bank umum syariah (BUS) terbesar kedua di Indonesia berdasarkan aset. Pihaknya menargetkan proses spin off BTN Syariah dapat rampung pada semester II-2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*